Content is the king

Banyaknya perdebatan tentang content seo is the king mendorong saya untuk menulis artikel di sini. Karena kontraversi antara content seo is the king dan content seo is not the king membingungkan para pemula.

 

Mari kita pahami dulu bagaimana sebagian orang beranggapan bahwa content is the king. Begini, seo bekerja dengan menyesuaikan cara kerja search engine, kita sebut saja Google. Para pengguna Google mencari informasi di Google dengan mengetik keyword. Selanjutnya, Google akan mencari halaman situs yang mengandung keyword tersebut lalu menampilkannya pada hasil penelusuran. Anda paham alurnya? Di sini, Google bekerja atas perintah berupa keyword. Anda bisa membayangkan bahwa jika sebuah artikel yg bagus tidak mengandung keyword, bisa dibilang mustahil untuk muncul pada hasil pencarian di Google. Dari sinilah muncul anggapan conten is not the king. Dalam arti, nggak penting bikin artikel yang bagus karena yang penting mengandung keyword dan bisa muncul pada hasil pencarian di google.

 

Apa sih yang dimaksud artikel yang bagus?

Artikel yang bagus adalah artikel yang bermanfaat bagi pengunjung dan disukai. Google sendiri sebetulnya tidak paham artikel seperti apa yang bermanfaat dan disukai pembaca. Google hanya menggunakan parameter bahwa artikel yg disukai pembaca diantaranya adalah durasi baca. Misal, berdasarkan data Google bahwa artikel 500 kata dibaca antara 1 sampai 3 menit. Jadi jika sebuah artikel 500 kata ha