Supplier Resmi Jual Daging Sapi Dijamin Halal

Supplier daging sapi yang baik akan menyediakan daging sapi yang dijamin halal mulai daging sapi tenderloin, sirloin, chuck, rib, dan sebagainya. Tiap daging sapi dipotong sesuai bagian dimana ia diambil, kemudian dibagi sesuai cara yang tepat untuk pengolahannya. Beberapa bagian daging sapi yang sudah dikenal umum misalnya sebagai contoh daging sapi has dalam (tenderloin), has luar(sirloin), T Bone(dua jenis potongan yang dipisahkan oleh tulang berbentuk T), dan ada juga Chuck (paha depan). Keempat bagian di USA dan Eropa digunakan sebagai bahan untuk hidangan steak.

Tenderloin adalah jeni bagian daging sapi yang paling mahal dan merupakan favorit bagi orang yang suka membuat steak, karena memiliki tekstur daging yang paling lunak dibanding jenis bagian lainnya. Jika di Indonesia, bagian Chuck (paha depan) adalah bagian dianggap yang paling bagus untuk membuat bakso, sedangkan tenderloin dan sirloin dianggap bagus untuk masakan berkuah yang kental seperti rendang.

Jenis Daging Sapi

Daging Tenderloin

Daging tenderloin (disebut has dalam) adalah daging sapi yang merupakan otot utama di sekitar pinggang sapi, sekitar bahu dan atau tulang panggul. Daging tenderloin merupakan jenis daging yang paling lunak, alasannya karena otot-otot sapi di daerah tubuh ini jarang dipergunakan untuk bergerak. Jenis tenderloin adalah daging yang paling mahal urutan pertama yang banyak dimanfaatkan untuk membuat steak. Daging tenderloin juga lebih cepat masak.

Daging Sirloin

Sirloin (has luar) adalah daging sapi yang diambil dari bagian iga yang juga banyak diolah sebagai steak. Walaupun masuk dalam kelas daging steak dibawah has dalam, namun sirloin ini juga sangat banyak diminati oleh para penggemar steak.

Paha Depan

Chuck (paha depan) adalah bagian daging sapi yang diambil paha depan bagian atas. Bagian ini paling cocok untuk membuat bakso karena lebih liat dan kenyal.

Rib

Rib (Iga Sapi) adalah bagian daging sapi yang diambil dari sekitar tulang iga/tulang rusuk sapi. Jenis rib termasuk bahan steak yang dikenal dengan sebutan Rib Eye. Bisa disajikan dengan tulang atau tanpa tulang. Di Indonesia, daging Rib biasanya digunakan pada makanan khas Makassar sebagai sup konro.

T Bone

T-Bone adalah jenis bagian daging sapi yang juga disajikan sebagai steak. Ini adalah potongan daging sapi antara campuran tenderloin dan sedikit bagian strip yang terpisah oleh tulang berbentuk huruf T.

Rump (Tanjung)

Rump adalah daging sapi dari daerah punggung bagian belakang. Umumnya jenis daging sapi yang satu ini dihidangkan setelah dipanggang.

Lamosir

Lamosir adalah bagian daging sapi yang lunak sehingga dinamakan lamusir karena didalamnya terdapat butiran lemak berwarna putih. Daging jenis ini bisa diolah dengan cara dioven, dibakar atau grill. Masakan khas Batam yaitu sup Lamosir menggunakan daging jenis ini.

Brisket (Sandung Lamur)

Daging ini diambil dari dada sapi bagian bawah atau di sekitar ketiak sapi. Bagian ini agak berlemak sehingga digunakan untuk masakan khas Padang.

Shank (Sengkel/Skengkel)

Shank adalah daging sapi dari kaki bagian depan atas
Shank biasanya digunakan untuk membuat kaldu sapi diantaranya untuk bahan dasar sup, soto atau bakso urat.

Knuckle

Adalah adalah bagian daging sapi yang diambil dari bagian atas paha belakang sapi, antara penutup dan gandik. Hidangan masakan yang menggunakan bahan jenis daging ini contohnya adalah casserole dan panggangan.

Buntut (Oxtail)

Buntut sapi adalah bagian ekor sapi yang biasanya disajikan sebagai sup buntut yang terkenal. Dalam sejarahnya, makanan yang dibekukan sudah ada sejak sekitar 3000 tahun sebelum masehi, yaitu ketika masyarakat Cina kuno sudah menggunakan es untuk menyimpan makanan sepanjang musim dingin.

Orang Romawi juga melakukan hal yang sama dengan menggunakan salju untuk membekukan makanannya. Pertama kalinya pada 1930 di Springfield, Massachusetts, orang yang bernama Clarence Birdseye memperkenalkan sayuran, buah-buahan, seafoods, dan daging yang sudah dibekukan kepada masyarakat.

Di Indonesia makanan yang dibekukan diperkenalkan oleh orang-orang Cina dan Jepang. Secara umum tahap membekukan makanan dimulai dari beberapa tahap yaitu dari mulai dari persiapan bahan, proses pencetakan, pelapisan, menggorengan baru kemudian pembekuan serta pengemasan.

Tentu tahapnya bisa berbeda tergantung jenis makananannya. Salah satu contoh jenis makanan beku di pasaran ialah nugget dengan berbagai variasi bentuk. Bahan makanan lain yang bisa digunakan untuk dibekukan adalah daging beku berupa daging sapi, daging ikan atau ayam.