Belajar Bersama Pakar SEO Cara Optimasi Website Masuk Halaman 1 Google

Belajar bersama pakar seo cara mengoptimasi website dengan cara yang sederhana namun efektif. Metode yang cocok dipraktekkan oleh pengusaha UKM mulai dari penginapan, hotel, kafe, restoran, rumah makan, dst. Algoritma SEO terus berubah sehingga cara optimasi SEO harus terus menyesuaikan dengan algoritma Google. Dari berbagai perubahan algoritma Google itu seorang praktisi SEO yang berpengalaman akan dapat menemukan benang merahnya. Pada dasarnya Google ingin memberikan hasil penelusuran yang paling mendekati keinginan pengguna Google search. Untuk itu Google terus melakukan perbaikan agar halaman halaman situs yang ditampilkan pada hasil penelusuran merupakan hasil penelusuran yang paling relevan.

Masalahnya, hampir semua praktisi SEO tentunya ingin agar halaman website yang dioptimasi SEO dapat muncul di halaman pertama pada hasil penelusuran. Dengan demikian halaman website yang dioptimasi diantaranya diusahakan mengandung keyword yang ditargetkan. Jika tidak kompromi dengan kemauan Google search, kecil sekali kemungkinan suatu halaman bisa muncul halaman pertama pada hasil penelusuran.

Tahap Optimisasi SEO

Metode SEO bukan iklan yang bisa tayang secara instant. SEO membutuhkan berbagai tahap optimasi bahkan sebelum optimasi itu sendiri dimulai. Kesalahan melakukan identifikasi produk dan pemilihan strategi pemasaran juga dapat mengakibatkan hasil yang tidak optimal. Di sinilah pengalaman seorang pengajar teruji.

Pada dasarnya, SEO hanyalah metode pemasaran. Tetapi pada prakteknya sebuah website harus menjadi penyampai informasi kepada konsumen yang tepat. Sebagian besar praktisi harus paham betul keyword apa yang harus dipilih karena sebuah keyword akan mewakili apa apa yang dicari calon pembeli/pencari informasi. Karena itu harus dipertimbangakn cara penyajian konten, siapa targetnya, bagaimana meletakkan Call to Action yang tepat, dan sebagainya.

SEO bukan lagi hanya semata masuk halaman 1 dan selesai namun mulai bergeser dimana UX menjadi dasar yang akan menentukan keberhasilan sebuah campaign pada akhirnya. UX singkatan dari User eXperience dimana jika jika pengunjung sebuah website merasa nyaman maka mereka akan kembali lagi, dan hal inilah yang menjadi parameter bagi Google untuk menempatkan sebuah situs pada peringkat yang lebih tinggi.

Analisa Tujuan Pemasaran

Setiap bisnis memiliki tujuan dan kebutuhan yang berbeda. Sebagai contoh, perusahaan produsen susu merk P dibandingkan dengan seorang ibu rumah tangga yang juga menjual susu dengan merk yang sama. Ini bukan membicarakan harga tetapi membicarakan tentang tujuan menggunakan SEO, apakah untuk tujuan awareness atau penjualan atau hal lainnya?

Produknya sama, tapi tujuannya beda. Perusahaan produsen susu merk P membutuhkan SEO untuk tujuan brand awareness karena produk susunya sudah tersedia dimana mana mulai dari warung, minimarket sampai supermarket. Jadi si produsen tidak perlu jualan online, karena yang mereka lakukan hanyalah meningkatkan kesadaran (awareness) masyarakat terhadap merk susu tersebut.

Sedangkan si ibu rumah tangga, ingin mendapatkan banyak pembeli dari pemasaran online dengan menggunakan SEO. Dari sini kita analisa bahwa klien yang satu menggunakan SEO untuk tujuan awareness sedangkan klien yang satu lagi untuk tujuan meningkatkan penjualan melalui pemasaran online. Jika secara tujuan memiliki perbedaan maka pemilihan keyword juga akan memiliki perbedaan. Untuk tujuan awareness akan ditekankan pemilihan keyword jenis informatif yang mengandung maksud “bagaimana”, misalnya “tips memilih susu ibu hamil sesuai usia kehamilan”. Sedangkan keyword untuk tujuan jualan akan ditekankan menggunakan keyword jual, beli, toko, dan sejenisnya.

Analisa Kebutuhan

Banyak orang yang tahu apa yang mereka inginkan tapi tidak tahu apa yang mereka butuhkan. Sebagai contoh, ada perusahaan penyalur barang barang kosmetika yang menyediakan produk mulai dari bedak, lipstick, foundation, maskara, dan sejenisnya. Ia membeli dari pabrik dalam jumlah besar agar murah, kemudian ia mendistribusikan ke toko toko.

Selama ini sebelumnya ia hanya menggunakan sales kanvasing, namun kali ini ia ingin memasarkan secara online. Ia menginginkan keyword “jual” tetapi sebetulnya keyword yang lebih tepat adalah “distributor”. Jika ia menggunakan keyword “jual” maka kemungkinan besar pembeli online hanya akan membeli satuan/eceran. Berbeda halnya jika ia menggunakan keyword “distributor” maka stok barang di gudangnya cepat habis dan ia bisa belanja barang lagi ke pabrik.

Dengan demikian siklus usahanya terjaga karena cashflow berjalan cepat. Jika ia menjual eceran, ia bisa untung lebih besar tetapi perputaran barangnya sangat lama karena stok barangnya sangat banyak dengan resiko kadaluarsa (expired). Lain halnya dengan reseller yang hanya mengambil sedikit barang dari agen sehingga stok barangnya bisa habis lebih cepat agar bisa belanja lagi ke distributor/agen.

Wilayah Distribusi Pemasaran

Saya akan mengambil contoh dalam hal ini adalah kue basah. Kue basah adalah makanan yang hanya bisa bertahan selama 1 hari tanpa disimpan di dalam kulkas. Ketika penjual kue basah ingin menggunakan SEO agar bisa memasarkan ke luar kota/propinsi maka perlu dipikirkan matang soal pengiriman barang. Betul, ada ekspedisi yang bisa mengantar makanan ke luar propinsi di hari yang sama, tapi bagaimana jika pengiriman terlambat?

Jadi, akan lebih tepat jika penjual makanan basah memasarkan produknya hanya di wilayah kota domisli/kota yang sama. Sebelum mulai melakukan optimasi SEO, maka seorang ahli akan mempelajari dulu apa kebutuhan Anda, tujuan Anda, produk yang Anda jual, jenis bisnis Anda, lokasi bisnis Anda, cara penyajian konten di dalam website, dst. Setiap bisnis memiliki kebutuhan yang berbeda, berdasarkan tujuan dan kebutuhannya.

Jenis Produk yang Dipasarkan

Secara general, produk ada 2 jenis yaitu produk yang dicari dan produk yang ditawarkan. Produk yang dicari yaitu produk yang ada keyword pencariannya di Google search, sedangkan di luar itu jenisnya adalah produk yang ditawarkan, Untuk jenis produk yang ditawarkan maka pemasaran yang cocok adalah menggunakan social media seperti facebook maupun Youtube.

Jadi, sebelum mulai dilakukan optimasi maka perlu dilakukan analisa terlebih dahulu, apakah produk yang akan dipasarkan itu cocok menggunakan SEO. Sebagai contoh produk yang kurang tepat untuk dipasarkan menggunakan SEO adalah produk inovasi. Kalaupun ingin menggunakan SEO maka hanya bisa sebatas memperkenalkan produknya saja. Untuk mendapatkan sales maka perlu dibuat lagi beberapa strategi lainnya, tujuannya untuk mengumpulkan database calon konsumen.

Lingkup SEO

Setelah mempelajari tujuan, kebutuhan dan produk, barulah masuk ke lingkup SEO yang meliputi di dalam website dan di luar website. Untuk aspek di dalam website, beberapa hal yang harus dianalisa lagi diantaranya adalah apakah keyword yang menjadi target sudah ada di dalam website. Demikian halnya dengan diluar website. bagaimanapun semuanya harus saling terkoneksi dan memiliki kesamaan pokok pembahasan.

Pra Riset Keyword

Seorang praktisi berpengalaman harus bisa melakukan pengecekan apakah produk klien yang akan dipasarkan, ada peminatnya dengan riset keyword. Cara paling sederhana riset keyword adalah dengan mengecek ketersediaan keyword melalui Google suggestion. Jika tersedia, barulah dilakukan riset lanjutan antara lain dengan mengecek apakah keyword tersebut cuma trend atau memiliki permintaan sepanjang tahun dengan menggunakan Google trends, memeriksa keyword keyword turunan, dll.

Analisa Konten Website

Konten yang baik harus dapat menyampaikan informasi secara deskriptif kepada pengunjung website. Konten itu sendiri meliputi artikel, gambar dan video jika ada. Contohnya artikel, dimana pembuatan artikel yang baik harus memiliki susunan yang juga baik, memiliki alur cerita, paragraf yang tersusun dan subjudul yang tertata. Hal tersebut akan membuat pengunjung merasa nyaman dan kembali lagi di lain waktu.

Jika Anda menggunakan Google analytic, Anda bisa menganalisa hal ini dengan mengamati berapa lama durasi pengunjung di dalam website, berapa halaman yang dibuka setiap pengunjung, pengunjung mulai dari halaman mana dan berakhir di halaman mana.

Di Google Analytic, Anda juga bisa mengamati berapa persen jumlah pengunjung yang kembali berkunjung dan dari mana saja sumbernya, misalnya dari social media atau dari hasil penelusuran. Dengan memperbaiki penataan konten, seorang pakar dapat meningkatkan penjualan hingga 2x lipat.

Ini yang disebut dengan CRO singkatan Convertion Rate Optimization. CRO adalah metode untuk meningkatkan rasio konversi penjualan dengan memperhatikan dan mengoptimalkan aspek aspek di dalam sebuah halaman website.

Page Speed Loading

Page speed loading adalah nilai untuk kecepatan bukaan suatu halaman website. Anda bisa mengukurnya dengan menggunakan GTMetrix. Website yang memiliki bukaan halaman paling baik akan dinilai dengan grade AA. Cara perbaikan kecepatan loading bisa dilakukan dengan memperkecil ukuran gambar,

Meta Title dan Meta Description

Pada saat sebuah halaman website yang dioptimasi bisa muncul di halaman 1 artinya harus bersaing dengan 9 halaman situs lainnya. Lalu bagaimana caranya agar halaman website tersebut mendapatkan klik lebih banyak? Salah satunya adalah dengan membuat meta title dan meta description yang menarik. Di sisi lain, meta title dan meta description juga harus mengandung keyword yang ditargetkan. Jika Anda belum memiliki banyak pengalaman, tentu saja Anda akan bingung bagaimana cara membuat phrase yang clickable.

Mobile Friendly

Website juga harus dicek apakah sudah mobile friendly alasannya karena jumlah pengunjung dari mobile device berada di kisaran >60%. Seluruh isi halaman harus mudah terbaca saat dibuka menggunakan smartphone atau tablet device. Kelihatannya sepele, tapi pada banyak kasus, banyak tulisan yang tidak muncul saat dibuka dari perangkat mobile seperti tablet maupun hanpdhone. Katakanlah contohnya button buy yang muncul pada tampilan desktop tapi tidak muncul saat dibuka melalui mobile device dan ini fatal akibatnya.

SEO itu memiliki banyak sekali pendekatan, bahkan bisa dibilang terlalu luas cakupannya. Seperti yang sudah dipaparkan pada bagian tahap SEO, bahwa untuk mengindentifikasi produk yang akan dipasarkan pun butuh pengetahuan tersendiri agar sesuai dengan keyword yang akan dioptimisasi. Jadi, menggunakan tenaga ahli akan menghemat lebih banyak waktu dan biaya. Anda ingin tau lebih banyak soal SEO? Saya melayani pelatihan untuk perusahaan.